GEDUNG MANPK DENANYAR DIRESMIKAN DIREKTUR KSKK KEMENAG RI

GEDUNG MANPK DENANYAR DIRESMIKAN DIREKTUR KSKK KEMENAG RI

MAN 4 Jombang merupakan madrasah dari 10 MAN yang ditunjuk oleh Kementrian Agama Republik Indonesia sebagai salah satu penyelenggara Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan (MANPK). Satu-satunya MANPK di Indonesia yang keberadaannya dikelola di bawah naungan pondok pesantren. Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang didirikan oleh KH. Bsisri Syansuri, ulama masyhur yang dikenal sebagai Ulama Ahli Fiqh. Perjuangan beliau tidak hanya di ranah nasional maupun Jam’iyah Nahdlatul Ulama, akan tetapi termasuk diantaranya mendirikan dan mengembangkan pondok pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar hingga sampai saat ini dilanjutkan oleh para dzurriyyahnya. Adanya MANPK ini menjadi satu hal khusus yang menjadikan santiwan.santriwatinya dididik dengan baik di MAN 4 Jombang yang berada lingkungan pondok pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang.

Bertempat di MAN 4 Jombang, pada Jum’at, 6 April 2018, Direktur KSKK Kemenag RI telah meresmikan gedung Asrama MANPK Denanyar. Didampingi Ka.Kanwil Kemenag Jawa Timur, Ka.Kan Kemenag Jombang, kepala MTs.N dan MAN se-Jombang, Pengurus Yayasan PP. Mambaul Maarif Denanyar, dewan guru beserta siswa-siswi MAN 4 Jombang acara berlangsung sukses dan lancar sesuai agenda yang direncanakan.

”Asrama ini ada sedikit cerita dari awal memang ada kendala ketika MAN 4 Jombang  mendapat SK Revitalisasi MANPK diundang ke jakarta oleh pak direktur dan mendapatkan dana sebesar 2 milyar, dana untuk MANPK berada di MAN Lampung. Akhirnya kami koordinasi dengan pak direktur, dua bulan berikutnya yang asalnya dana itu ada di MAN Lampung pindah ke MAN Denanyar. Sehingga pembangunannya agak sedikit terlambat. Walaupun terlambat inilah yang sedang kami ikhtiyarkan ketika itu dan inilah wujud ikhtiyar kami bersama-sama. Melalui bimbingan bapak kepala kantor Pak kasimin dan yang lain memberikan semangat dan arahan kepada kami sehingga pembangunan ini yg senilai 1,54 M ini dapat terwujud”, sambutan singkat Kepala MAN 4 Jombang H..Syamsul Maarif, S.Pd., M.Pd.

Ketua Majelis Pengasuh Yayasan Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang KH. Abdussalam Shohib juga menyampaikan kekagumannya upaya pemerintah dalam memberikan infrastruktur salah satunya pondok putra mendapatkan rusunawa anggarannya 3,6 sementara itu 1,5 milyar megahnya luar biasa.

Sementara itu, setelah kehadirannya dalam acara peletakan batu pertama pembangunan asrama MANPK Denanyar pada rabu 17 September 2017 yang lalu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur H. Syamsul Bachri, M.Pd.I menyampaikan kekagumannya atas terselenggaranya peresmian asrama MANPK Denanyar. “kita harus belajar menjadi orang yang ikhlas. Karena dasarnya kita akan kembali kepada Allah. Dan ingin menjadikan anak-anak yang berkarakter akhlakul karimah. Saya sangat kagum dengan gedung yang sangat mewah ini. Karena sempat  membangun gedung senilai 3 Milyar tetapi tidak semewah bangunan ini.  Semoga bangunan ini bermanfaat, jaya, dan sukses.

Santri MANPK  dilarang sholat maghrib dan shubuh sendiri harus jama’ah kecuali darurat. Rombongan ke masjid minimal 5 orang karena kalau lebih dari 2 orang semangatnya jalan. Banyak orang yang sukses dan berhasil, tapi tidak dengan kejujuran. Banyak orang yang mempunyai jabatan tinggi, tapi tidak dengan cara yang elegan. Semuanya harus menjadi siswa yang hebat dan berkualitas. Hebat is quality, makna hebat yaitu hebat bermartabat. Jujur itu mulia, martabat itu karakter kita, ungkap arahan dan motivasi dari Dr. KH. Ahmad Umar, Direktur KSKK Kemenag RI.

Usai pengarahan, acara disambut dengan lantunan khidmad Hymne MANPK Denanyar dibawakan oleh siswi-siswi yang tergabung dalam Paduan Suara “Madena Vocalista” MAN 4 Jombang. Kemudian prosesi peresmian dimulai dengan doa dipimpin oleh Direktur KSKK Kemenag RI dengan dibunyikannya sirine dan dibukanya tirai penutup prasasti “Alaa Laa” Asrama MANPK Denanyar, lanjut penandatanganan prasasti diiringi oleh lantunan nadzom “Alaa Laa”.

Nama prasasti tersebut diambil dari nadzom kitab Ta’limul Muta’allim Maha Karya Syaikh Imam Burhan Al-Islam Az-Zarnuji pada abad ke VI H. Kitab klasik ini merupakan bahan kajian wajib bagi semua santri, termasuk dalam kegiatan belajar mengajar di MAN 4 Jombang. Syaikh Imam Az-Zarnuji mengajarkan tentang adab dan metode bagi pelajar untuk meraih keberkahan ilmunya. Oleh karenanya, para ulama pesantren salaf menandaskan bahwa keberhasilan dalam menyebarkan ilmu dan mempertahankan eksistensi pesantren adalah karena mengamalkan metode Ta’limul Muta’allim.

Terakhir, acara dilanjutkan dengan pemotongan rangkaian tali bunga melati di pintu masuk asrama MANPK didampingi oleh duta Adiwiyata Nasional MAN 4 Jombang. “semoga gedung baru ini mendapat barokah, jauh dari mafsada dan semua penghuni yang  ada di Denanyar mendapat berkah ilmu manfaat barokah dunia akhirat. MANPK ini menjadi penyangga akhir untuk menjaga mutu khususnya dalam  bidang keagamaan. Tahun ini kementerian agama ingin membangun infrastruktur yang  bagus sehingga anak-anak bisa belajar  dengan nyaman,  aman dan belajar dengan bagus. Setelah itu kami usahakan mudah-mudahan ada beasiswa full untuk anak MANPK tahun depan”, tambah penjelasan KH. Ahmad Umar usai semua acara berakhir. (Jurnalis MAN 4 Jombang : Devi dan Zidny)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *